Sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat—khususnya kelompok remaja—Puskesmas Pulokulon 1 secara aktif menyelenggarakan kegiatan Skrining dan Tindak Lanjut Masalah Kesehatan Jiwa bagi peserta didik di SMP NU Hasyim Panunggalan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kesehatan Jiwa Masyarakat dan Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) untuk mendeteksi secara dini potensi gangguan emosional, perilaku, maupun masalah interaksi sosial pada usia sekolah.
Bentuk Kegiatan Puskesmas Pulokulon 1
-
1. Pemeriksaan & Deteksi Dini (Skrining) Tim Petugas Kesehatan Jiwa dan UKS Puskesmas Pulokulon 1 turun langsung ke sekolah untuk mendampingi pengisian kuesioner terstandar Kemenkes RI (Strengths and Difficulties Questionnaire / SDQ). Pemeriksaan ini bertujuan memetakan kondisi kesehatan emosional para siswa secara objektif dan rahasia.
-
2. Analisis Data & Pemetaan Risiko Hasil skrining diolah oleh tim medis Puskesmas untuk mengelompokkan kondisi siswa ke dalam kategori Normal, Borderline (Risiko Ringan/Sedang), dan Bermakna (Perlu Penanganan).
-
3. Pelaksanaan Tindak Lanjut & Rujukan * Edukasi & Konseling: Memberikan arahan dan materi edukasi kesehatan mental remaja kepada pihak sekolah dan Guru Bimbingan Konseling (BK).
-
Pendampingan Kasus: Berkolaborasi dengan Guru BK dalam memantau perkembangan siswa pada kategori rentan.
-
Pelayanan Rujukan Medis: Siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut akan dirujuk ke Poli Kesehatan Jiwa / Konseling Puskesmas Pulokulon 1 untuk mendapatkan intervensi medis atau psikologis secara profesional.
-
Tujuan & Harapan Kami
Puskesmas Pulokulon 1 percaya bahwa kesehatan jiwa merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan fisik dan prestasi belajar remaja. Melalui kolaborasi berkelanjutan bersama SMP NU Hasyim Panunggalan, kami berharap dapat membangun lingkungan sekolah yang tanggap kesehatan mental serta mencegah dampak risiko kesehatan jiwa sejak dini.




